UPACARA DAN LOMBA(1)
MEMPERINGATI KEMERDEKAAN DENGAN LOMBA
Tepat pada Rabu (17/08/2016), Bangsa Indonesia berusia 71 tahun. Beragam kegiatan untuk mengisi Hari Kemerdekaan Ibu Pertiwi. MI Muhammadiyah 5 Surabaya menyelenggarakan rangkaian lomba.

Diselenggarakan pada Senin (15/08/2016), jenis lomba diantara lari bendera untuk murid kelas 1, kempit balon bagi kelas 2, dan cantol topi diperuntukkan anak didik kelas 3. Sedangkan Kelas 4 berlomba memasukan benang dalam jarum. Kelas 5 lomba memasukkan paku ke dalam botol dan kelas 6 tusuk balon.

Anak didik MI yang belokasi di Jalan Jojoran 1 no 77 Surabaya terlihat riang mengikuti lomba. Dukungan sesama teman sekelas mewarnai keriuhan lomba. Hasil kalah atau menang bukanlah paling utama.

“Lombanya sangat seru”. “Ayo temanku, kamu pasti bisa”. “Gak masalah hasilnya. Yang penting, kita mengisi hari jadi Bangsa ini dengan kegiatan positif”. Begitulah teriakan para pelajar MI Mulia memberikan semangat penuh nasionalis.

Pada Selasa, (16/08/2016), merupakan hari kedua perlombaan. Setiap peserta dari tiap kelas yang lolos ke babak semifinal dan grand final wajib turun memperebutkan juara. Satu dari tujuh jenis lomba di dominasi satu kelas.

Lomba cantol topi, Kelas 3 Na’im merupakan sang jawara. Tiga anak didik Wali Kelas Ustadzah Rosyidah. “Alhamdulillah, ananda Naura, ananda Abi, dan Ananda Rhino bisa berprestasi. Kami bangga terhadap perjuangan Pahlawan Kelas 3 Na’im,” tutur Sang Wali Kelas.

Semarak 17-an selalu dilaksanakan MI Mulia Surabaya. “Kami memang menggelar perlombaan 17-an. Hal ini sebagai perwujudkan generasi penerus yang berakhlak MI Mulia dapat melanjutkan perjuangan para Pahlawan yang telah memerdekakan Bangsa ini,” tegas Sang Kepala Sekolah, Imam Turmudi. (*)

UPACARA 17 AGUSTUS MI MUHAMMADIYAH 5
(Semangat Pahlawan Memotivasi Siswa)

71 tahun lalu, pahlawan seperti Ir Soekarno dan Muhammad Hatta telah berjasa bagi Bangsa Indonesia. Kedua sosok tersebutlah yang memimpin perjuangan hingga Republik Indonesia yang merdeka.

Dalam mengenang jasa para Pahlawan yang telah gugur maupun yang masih hidup, generasi penerus bangsa wajib melanjutkan perjuangan dengan mengisi kemerdekaan. Dari jasa para pahlawan, satu hal yang perlu dilakukan generasi penerus bangsa yakni “semangat”. Rasa nasional yang penuh semangat membuat para Pahlawan berhasil penjajah Belanda.

Semangat para pahlawan benar-benar dipelihara anak didik MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Hal ini terlihat jelas saat murid Kelas 4, Kelas 5, dan Kelas 6 mengikuti Upacara Bendera 17 Agustus di halaman Sekolah.

Dengan dipimpin Pembina Upacara, Imam Turmudji, anak didik Kelas 4 dan Kelas 5 yang memakai seragam HW, serta Kelas 6 dengan seragam putih-putih mengikuti upacara bendera penuh khidmat.

“Kita sebagai generasi penerus bangsa wajib mengobarkan semangat. Kita harus semangat bekerja, semangat belajar, semangat berdoa. Dengan semangat kita dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan seperti yang dilakukan para pahlawan kita,” tegas Sang Pembina Upacara Bendera.

Pada era terkini, pekikan Merdeka saja tidaklah cukup. Menumbuhkan semangat di dalam dada para anak didik merupakan pondasi utama meneruskan dan melanjutkan perjuangan Pahlawan. Merdeka Bangsaku. Merdeka Anak Bangsa. (*)

REFRESHING USAI UJIAN SEKOLAH

masak2 kelas 6
Keseruan Memasak Menu Sehat

Pelaksanaan ujian sekolah kelas VI pada 16-21 Mei 2016 telah berakhir. Proses belajar mengajar selama 6 tahun di jenjang dasar tinggal menunggu hasilnya. Dalam penantian hasil usek, MI Muhammadiyah 5 Surabaya mengadakan kegiatan lomba memasak dengan menu memasak 4 sehat 5 sempurna.

Peserta yang mengikut kegiatan ini sebanyak 57 anak didik Kelas 6 MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Dari 29 siswa dan 28 siswi dibagi kedalam 8 kelompok, dengan perincian 4 kelompok Putra dan 4 kelompok Putri. Setiap kelompok terdiri dari 7 anak.

Para siswa MI yang berlokasi di kawasan Jojoram 1 no 77 Surabaya membawa bahan dan peralatan memasak dari rumah masing-masing. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka refreshing siswa. “Di lomba ini, tiga hal yang penilaian diantaranya penyajian dan rasa hasil masakan serta kekompakan anak dalam memasak,” tutur Guru pendamping, Ustadzah Ifa Widayanti dan Ustadzah Umi Sarofah.

Keseruan para murid dalam memasak secara berkelompok sangat kental terlihat. “Ayo kawan, kerjakan tugas yang sudah dibagi”. “Jangan lupa bahan sayur dipotong, buahnya dikupas”. “Ya, kamu nyalakan kompornya. Lalu lauk pauknya digoreng”. Begitu celoteh para siswa MI yang dipimpin Imam Turmudi.

Berikut delapan kelompok dengan menu berbeda.

Kelompok Rajawali Sakti
menu makanan cap jay dengan ayam goreng ndan minuman es buah.
Kelompok Comic Eight
menu makanan sayur sop, ayam goreng dan telur serta minuman jus melon susu
Kelompok Elang Mas
menu Nasi Goreng Ayam Fillet dan es buah melon.
menu Oseng-oseng Tumis Kangkung, minuman sirup marjan dengan diberi susu, dan jus buah (semangka dan pisang).
Kelompok The Smart Girls
Menu sayur sop, tahu tempe, dan ayam bakar, serta jus wortel plus tomat.
Kelompok Sweet Seven Teen
Menu sayur bening dan dadar jagung serta jus melon
Kelompok super seven
Menu sayur sop dan ayam goreng serta jus melon
Kelompok Angry Bird
Menu sayur sop, ikan lele goreng dan jus jeruk

Setelah memasak mereka menyajikan makanan di atas piring untuk selanjutnya dinilai dewan juri. Yang dinialai adalah kelezatan, nilai gizi, kerapian, dan kerjasama.
Selebihnya mereka nikmati bersama sama dengan gembira. Asyik masakanku paling lezat, mak nyus.