Takbir Keliling, Wadah Mengumandangkan Asma Allah

takbir
Pada 12 September 2016 merupakan momen istimewa untuk keluarga besar MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Tepat, selesai melaksanakan sholat Isya, para Guru, Wali Murid dan siswa-siswi kelas 1 sampai kelas 6 berkumpul di halaman Sekolah yang berlokasi di Jalan Jojoran 1 no 77 Surabaya.

Dengan komando, Kepala Sekolah, Imam Turmudi, para anak didik MI Mulia Surabaya beserta seluruh keluarga besar MI Mulia Surabaya mengumandangkan takbir secara serentak. Pasca takbir bergema, anak didik kelas 1 didampingi para Wali Kelasnya yang berada di barisan terdepan melangkah keluar halaman Sekolah. Gerak langkah tersebut, langsung di ikuti Murid kelas 2 sampai Kelas 6.

Kegiatan takbir keliling dengan melintasi jalan Jojoran 1 menuju jalan raya Krangmenjangan. Dari perempatan jalan raya, para ‘generasi berakhlakul karimah’ melintasi jalan Kalidami, Jojoran gang 3, lalu belok ke kiri menuju Atlas Sport Centre Dharmahusada dan belok kiri ke Jojoran 1 menuju kembali ke halaman sekolah.

Meski, kegiatan ini menempuh rute yang panjang nan melelahkan, semangat para anak didik MI Mulia dalam menyambut hari raya Idul Adha 1437 H patut diberikan apreasiasi. Mayoritas warga yang tempat tinggalnya dilalui siswa-siswi MI Mulia Surabaya menonton kegiatan gema takbir keliling.

Dalam perjalanan melaksanakan takbir keliling, celoteh para anak didik kelas bawah (empat ruang kelas 1) mengatakan “Jauh sekali jalan yang harus dilewati”, “Meski jauh, takbir keliling ini sungguh menyenangkan. Kami bisa menyebut asma Allah SWT. Subbanallah”
(LGS)

UPACARA DAN LOMBA(1)
MEMPERINGATI KEMERDEKAAN DENGAN LOMBA
Tepat pada Rabu (17/08/2016), Bangsa Indonesia berusia 71 tahun. Beragam kegiatan untuk mengisi Hari Kemerdekaan Ibu Pertiwi. MI Muhammadiyah 5 Surabaya menyelenggarakan rangkaian lomba.

Diselenggarakan pada Senin (15/08/2016), jenis lomba diantara lari bendera untuk murid kelas 1, kempit balon bagi kelas 2, dan cantol topi diperuntukkan anak didik kelas 3. Sedangkan Kelas 4 berlomba memasukan benang dalam jarum. Kelas 5 lomba memasukkan paku ke dalam botol dan kelas 6 tusuk balon.

Anak didik MI yang belokasi di Jalan Jojoran 1 no 77 Surabaya terlihat riang mengikuti lomba. Dukungan sesama teman sekelas mewarnai keriuhan lomba. Hasil kalah atau menang bukanlah paling utama.

“Lombanya sangat seru”. “Ayo temanku, kamu pasti bisa”. “Gak masalah hasilnya. Yang penting, kita mengisi hari jadi Bangsa ini dengan kegiatan positif”. Begitulah teriakan para pelajar MI Mulia memberikan semangat penuh nasionalis.

Pada Selasa, (16/08/2016), merupakan hari kedua perlombaan. Setiap peserta dari tiap kelas yang lolos ke babak semifinal dan grand final wajib turun memperebutkan juara. Satu dari tujuh jenis lomba di dominasi satu kelas.

Lomba cantol topi, Kelas 3 Na’im merupakan sang jawara. Tiga anak didik Wali Kelas Ustadzah Rosyidah. “Alhamdulillah, ananda Naura, ananda Abi, dan Ananda Rhino bisa berprestasi. Kami bangga terhadap perjuangan Pahlawan Kelas 3 Na’im,” tutur Sang Wali Kelas.

Semarak 17-an selalu dilaksanakan MI Mulia Surabaya. “Kami memang menggelar perlombaan 17-an. Hal ini sebagai perwujudkan generasi penerus yang berakhlak MI Mulia dapat melanjutkan perjuangan para Pahlawan yang telah memerdekakan Bangsa ini,” tegas Sang Kepala Sekolah, Imam Turmudi. (*)

UPACARA 17 AGUSTUS MI MUHAMMADIYAH 5
(Semangat Pahlawan Memotivasi Siswa)

71 tahun lalu, pahlawan seperti Ir Soekarno dan Muhammad Hatta telah berjasa bagi Bangsa Indonesia. Kedua sosok tersebutlah yang memimpin perjuangan hingga Republik Indonesia yang merdeka.

Dalam mengenang jasa para Pahlawan yang telah gugur maupun yang masih hidup, generasi penerus bangsa wajib melanjutkan perjuangan dengan mengisi kemerdekaan. Dari jasa para pahlawan, satu hal yang perlu dilakukan generasi penerus bangsa yakni “semangat”. Rasa nasional yang penuh semangat membuat para Pahlawan berhasil penjajah Belanda.

Semangat para pahlawan benar-benar dipelihara anak didik MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Hal ini terlihat jelas saat murid Kelas 4, Kelas 5, dan Kelas 6 mengikuti Upacara Bendera 17 Agustus di halaman Sekolah.

Dengan dipimpin Pembina Upacara, Imam Turmudji, anak didik Kelas 4 dan Kelas 5 yang memakai seragam HW, serta Kelas 6 dengan seragam putih-putih mengikuti upacara bendera penuh khidmat.

“Kita sebagai generasi penerus bangsa wajib mengobarkan semangat. Kita harus semangat bekerja, semangat belajar, semangat berdoa. Dengan semangat kita dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan seperti yang dilakukan para pahlawan kita,” tegas Sang Pembina Upacara Bendera.

Pada era terkini, pekikan Merdeka saja tidaklah cukup. Menumbuhkan semangat di dalam dada para anak didik merupakan pondasi utama meneruskan dan melanjutkan perjuangan Pahlawan. Merdeka Bangsaku. Merdeka Anak Bangsa. (*)